Showing posts with label ISLAM. Show all posts
Showing posts with label ISLAM. Show all posts

Thursday, July 11, 2013

Keajaiban Tulang Sulbi Manusia Seperti Hadis Nabi SAW




Keajaiban Tulang Sulbi Manusia Seperti Hadis Nabi SAW | Tulang sulbi atau dengan bahasa Inggrisnya adalah Coccyx ini adalah bagian tulang dari tubuh manusia. Terletak pada bahagian tulang belakang paling bawah.
Tulang sulbi merupakan tulang yang pertama kali ketika manusia diciptakan oleh Allah. Dari tulang inilah nantinya manusia dibangunkan pada hari akhirat. Hebatnya lagi tulang sulbi ini tak akan hancur dimakan tanah.
b517c__sulbi
Tulang sulbi sering disebutkan dalam hadits yaitu, dari Abu Huairah Nabi bersabda, “Sesungguhnya bahagian tubuh manusia akan rosak, kecuali “tulang sulbi”, dari tulang ini pertama kali manusia diciptakan, dan dari tulang ini manusia dibangunkan dari kematian di hari akhir” (HR. Bukhari, Nasa’i, Abu Dawud, Ibnu Majah)
Dan ada satu lagi hadits tentang tulang sulbi ini:
Dari Abu Huairah Nabi bersabda, “Ada satu tulang yang tidak akan dimakan tanah. Mereka bertanya,”tulang apa ya Rasul?” Nabi menjawab” Tulang Sulbi”. (HR. Bukhari, Nasa’i, Abu Daud, Ibnu Majah)
Fakta, bahawa hadits ini benar.
Seorang doktor bernama Dr. Othman Al-Djilani dan syaikh Abdul Majid melakukan sebuah eksperimen terhadap tulang sulbi ini. Pada bulan Ramadhan 1423 atau sama dengan 2002 di tahun Masehi di Yaman.
Mereka berdua memanggang tulang punggung berikut juga dengan tulang sulbi. Dengan gas selama 10 minit hingga sampai benar-benar terbakar (tulang-tulang berubah menjadi kemerahan kemudian menjadi hitam).
Kemudian mereka berdua meletakkan potongan-potongan yang telah gosong itu pada kotak steril.
Kemudian kotak steril itu mereka bawa ke makmal terkenal di Sanaa, Yaman.
Dr. Al Olaki, juga merupakan seorang professor di bidang histologi dan pathologi di Sanaa University, di Yaman. Ia menganalisa hasil potongan-potongan tulang tersebut dan menemukan bahawa sel-sel pada jaringan tulang sulbi (coccyx) dapat bertahan terhadap pembakaran.
Ternyata hanya sel-sel otot, sumsum, dan jaringan lemak saja yang terbakar. Sementara sel-sel tulang sulbi tidak terpengaruh.
Percobaan yang diatas ini membuktikan bahwa, hadits itu benar. Tulang sulbi akan tetap akan. Tak dimakan tanah, tak hancur terbakar, tahan pada kondisi apapun. SubhanaAllah bukan? Itulah, hebatnya Allah.
Jika kita gali ilmu-ilmu-Nya betapa kecilnya kita ini dihadapan Allah. Dunia saja ibarat butiran-butiran pasir. Bagaimana dengan kita yang lebih kecil daripada bumi? Sungguh Allah itu maha besar maha mengetahui. 1400 tahun yang silam Nabi sudah bersabda tentang tulang sulbi ini. Sudah terbukti hingga sekarang! So, kenapa harus ragu sama Allah?

Read more...

Wednesday, July 10, 2013

HUKUM MEMAKAI TANGKAL SEBAGAI PELINDUNG!

HUKUM MEMAKAI TANGKAL SEBAGAI PELINDUNG!


  • 0
     
    Share
APAKAH HUKUM MEMAKAI TANGKAL | Menggantungkan tangkal di badan untuk dijadikan sebagai penghadang daripada gangguan makhluk halus atau untuk menyembuhkan diri daripada sesuatu penyakit boleh dibahagikan kepada dua bahagian ;
Pertama, menggunakan tangkal yang mempunyai bahan seperti tulang binatang atau kayu yang dikatakan berhikmah, atau seumpamanya, para ulama tidak ada khilaf untuk mengharamkannya, kerana ia boleh menjerumuskan seseorang itu kelembah syirik.
Sabda Rasulullah saw,
من علق ودعة فلا ودع الله له ومن علق تميمة فلا تمم الله له
Maksudnya : “Barangsiapa yang menggantungkan manik-manik (tangkal) maka Allah tidak akan menjaganya. Barangsiapa yang menggantungkan tamimah (tangkal) maka Allah tidak akan menyempurnakan sesuatu untuknya”. (Riwayat Ahmad dan Al-Hakim)
Kedua, adapun menggantungkan tangkal yang bahannya adalah ayat-ayat Al-Quran, maka dalam hal ini para ulama berbeza pendapat. Satu golongan mengatakan hukumnya adalah haram dan satu lagi golongan menyatakan harus.
Antara golongan ulama yang menyatakan haram ialah Ibnu Abbas, Huzaifah, Abdullah bin Mas’ud, sebahagian ulama Syafie dan Imam Ahmad bin Hanbal (salah satu riwayat daripadanya). Mereka berpandukan kepada maksud umum hadis di atas tadi, yang menyebut dengan jelas bahawa Nabi saw melarang umatnya menggunakan tangkal. Tidak kiralah sama ada bahan yang digunakannya itu daripada Al-Quran atau bukan daripada Al-Quran.
Hujah mereka, menggantungkan tangkal pada badan, boleh menyebabkan diri seseorang hilang penggantungan (tawakal) kepada Allah SWT. Sedangkan tawakal yang sebenar seseorang hamba hanyalah kepada Allah SWT sahaja, tidak boleh lain daripada itu.
Perbuatan menggantung tangkal yang terdapat ayat-ayat Al-Quran juga boleh membawa kepada penghinaan terhadap ayat-ayat suci Al-Quran. Apatah lagi jika ia di bawa masuk ke dalam tandas atau si pemakainya terlibat dengan pekerjaan yang bercanggah dengan syariat seperti pekerjaan maksiat dan sebagainya.
Manakala golongan ulama yang berpendapat hukum memakai tangkal yang bahannya adalah daripada ayat-ayat Al-Quran itu adalah harus, didokong oleh Abdullah bin ‘Amru bin Al-‘As, Abu Jaafar al Baqir dan Imam Ahmad bin Hanbal (salah satu riwayat daripadanya). Hujah mereka, sahabat Rasulullah saw pernah berbuat demikian untuk anak-anak mereka yang belum menghafaz Al-Quran.
Menurut Prof Dato’ Dr. Haron Din, walaupun terdapat perbezaan pandangan ulama tentang hal ini, akan tetapi perubahan zaman boleh membawa kepada perubahan hukum. Jika dirujuk kepada zaman sekarang, akidah umat Islam sedang terancam, umat Islam tidak begitu kuat bergantung kepada Allah, iman mereka begitu rapuh, mereka tidak lagi memperdulikan halal dan haram, apa yang mereka mahu ialah kenikmatan hidup yang sementara di dunia, tanpa memperdulikan untung nasib di akhirat.
Ditambah pula dengan suburnya gejala maksiat, syirik dan kufur kepada Allah SWT. Oleh yang demikian, jika penggantungan ummah kepada tangkal, tidak dibendung atau dicegah dengan sejelas-jelasnya ia akan mendorong masyarakat terjerumus kepada kerosakkan akidah.
Kesimpulannya, pendapat yang sahih, keharusan memakai tangkal yang menggunakan ayat-ayat Al-Quran sebenarnya adalah di awal permulaan Islam. Apabila keimanan para sahabat sudah kuat tertanam dalam diri, maka Rasulullah saw melarang sama sekali memakai tangkal walaupun menggunakan ayat-ayat Al-Quran.
Hikmahnya ialah untuk mencegah daripada keburukkan yang lebih besar, memelihara kesucian Al-Quran dan seterusnya untuk membulatkan keyakinan bahawa hanya Allah SWT sahaja yang mampu melindungi manusia daripada segala-galanya

Read more...

PENGAJARAN UNTUK REMAJA YANG SUKA MENINGGALKAN SOLAT!



  • 5
     
    Share
KISAH BENAR PERINGATAN ALLAH KEPADA REMAJA YANG MENINGGALKAN SOLAT BERLAKU DI ARAB SAUDI | Assalamualaikum dan selamat sejahtera, ini ada suatu kisah menarik yang boleh dijadikan iktibar kepada kita semua. Kisah ini dipetik dari Majalah Indonesia jadi penggunaan bahasa adalah Bahasa Indonesia yang mudah difahami oleh kita semua.. InsyaAllah..
Kisah nyata ini diceritakan sendiri oleh pelakunya dan pernah disiarkan oleh Radio Al Qur’an di Makkah al Mukarramah. Kisah ini terjadi pada musim haji beberapa tahun yang lalu di daerah Syu’aibah, yaitu daerah pesisir pantai laut merah, terletak 110 Km di Selatan Jeddah.
Pemilik kisah ini berkata:
Ayahku adalah seorang imam masjid, namun demikian aku tidak shalat. Beliau selalu memerintahkan aku untuk shalat setiap kali datang waktu shalat. Beliau membangunkan ku untuk shalat subuh. Akan tetapi aku berpura-pura seakan-akan pergi ke masjid padahal tidak.
Bahkan aku hanya mencukupkan diri dengan berputar-putar naik mobil hingga jama’ah selesai menunaikan shalat. Keadaan yang demikian terus berlangsung hingga aku berumur 21 tahun. Pada seluruh waktu ku yang telah lewat tersebut aku jauh dari Allah dan banyak bermaksiat kepada-Nya. Tetapi meskipun aku meninggalkan shalat, aku tetap berbakti kepada kedua orang tuaku.
[Inilah sekelumit dari kisah hidupku di masa lalu]
Pada suatu hari, kami sekelompok pemuda bersepakat untuk pergi rekreasi ke laut. Kami berjumlah lima orang pemuda. Kami sampai di pagi hari, lalu membuat tenda di tepi pantai. Seperti biasanya kamipun menyembelih kambing dan makan siang. Setelah makan tengahari, kamipun mempersiapkan diri turun ke laut untuk menyelam dengan tabung oksigen. Sesuai aturan, wajib ada satu orang yang tetap tinggal di luar, di sisi kemah, hingga dia bisa bertindak pada saat para penyelam itu terlambat datang pada waktu yang telah ditentukan.
Akupun duduk, dikarenakan aku lemah dalam penyelaman. Aku duduk seorang diri di dalam kemah, sementara disamping kami juga terdapat sekelompok pemuda yang lain. Saat datang waktu shalat, salah seorang diantara mereka mengumandangkan adzan, kemudian mereka mulai menyiapkan shalat. Aku terpaksa masuk ke dalam laut untuk berenang agar terhindar dari kesulitan yang akan menimpaku jika aku tidak shalat bersama mereka. Karena kebiasaan kaum muslimin di sini adalah sangat menaruh perhatian terhadap shalat berjamaah dengan perhatian yang sangat besar, hingga menjadi aib bagi kami jika seseorang shalat fardhu sendirian.
Aku sangat mahir dalam berenang. Aku berenang hingga merasa kelelahan sementara aku berada di daerah yang dalam. Aku memutuskan untuk tidur diatas punggungku dan membiarkan tubuhku hingga bisa mengapung di atas air. Dan itulah yang terjadi. Secara tiba-tiba, seakan-akan ada orang yang menarikku ke bawah… aku berusaha untuk naik…..aku berusaha untuk melawan….aku berusaha dengan seluruh cara yang aku ketahui, akan tetapi aku merasa orang yang tadi menarikku dari bawah menuju ke kedalaman laut seakan-akan sekarang berada di atasku dan menenggelamkan kepalaku ke bawah.
Aku berada dalam keadaan yang ditakuti oleh semua orang. Aku seorang diri, pada saat itu aku merasa lebih lemah daripada lalat. Nafaspun mulai tersendat, darah mulai tersumbat di kepala, aku mulai merasakan kematian! Tiba-tiba, aku tidak tahu mengapa…aku ingat kepada ayahku, saudara-saudaraku, kerabat-kerabat dan teman-temanku… hingga karyawan di toko pun aku mengingatnya. Setiap orang yang pernah lewat dalam kehidupanku terlintas dalam ingatanku…semuanya pada detik-detik yang terbatas…kemudian setelah itu, aku ingat diriku sendiri..!.!!
Mulailah aku bertanya kepada diriku sendiri…apa engkau shalat? Tidak. Apa engkau puasa? Tidak. Apa engkau telah berhaji? Tidak. Apa engkau bershadaqah? Tidak. Engkau sekarang di jalan menuju Rabbmu, engkau akan terbebas dan berpisah dari kehidupan dunia, berpisah dari teman-temanmu, maka bagaimana kamu akan menghadap Rabb-mu? Tiba-tiba aku mendengar suara ayahku memanggilku dengan namaku dan berkata: “Bangun dan shalatlah.” Suara itupun terdengar di telingaku tiga kali. Kemudian terdengarlah suara beliau adzan. Aku merasa dia dekat dan akan menyelamatkanku. Hal ini menjadikanku berteriak menyerunya dengan memanggil namanya, sementara air masuk ke dalam mulutku.
Aku berteriak-teriak…tapi tidak ada yang menjawab. Aku merasakan asinnya air di dalam tubuhku, mulailah nafas terputus-putus. Aku yakin akan mati, aku berusaha untuk mengucapkan syahadat….ku ucapkan Asyhadu…Asyhadu…aku tidak mampu untuk menyempurnakannya, seakan-akan ada tangan yang memegang tenggorokanku dan menghalangiku dari mengucapkannya. Aku merasa bahwa nyawaku sudah dalam perjalanan keluar dari tubuhku.
Akupun berhenti bergerak…inilah akhir dari ingatanku. Aku terbangun dan mendapati diriku berada di dalam kemah…dan di sisiku ada seorang anggota tentera dari Khafar al Sawakhil (penjaga garis batas laut), dan bersamanya para pemuda yang tadi mempersiapkan diri untuk shalat.
Saat aku terbangun, tentera itu berkata: ”Segala puji bagi Allah atas keselamatan ini.” Kemudian dia langsung beranjak pergi dari tempat kami. Aku pun bertanya kepada para pemuda tentang tentera tersebut. “Apakah kalian mengenalnya?” Mereka tidak mengetahuinya, “Dia datang secara tiba-tiba ke tepi pantai dan mengeluarkanmu dari laut, kemudian segera pergi sebagaimana engkau lihat” kata mereka.
Akupun bertanya kepada mereka: “Bagaimana kalian melihatku di air?” Mereka menjawab,”Sementara kami di tepi pantai, kami tidak melihatmu di laut, dan kami tidak merasakan kehadiranmu, kami tidak merasakannya hingga saat tentara tersebut hadir dan mengeluarkanmu dari laut.” Perlu diketahui bahwa jarak terdekat dengan Markas Penjaga Garis Laut adalah sekitar 20 Km dari kemah kami, sementara jalannya pun jalan darat, yaitu membutuhkan sekitar 20 minit hingga sampai di tempat kami sementara peristiwa tenggelam tadi berlangsung dalam beberapa menit.
Para pemuda itu bersumpah bahawa mereka tidak melihatku. Maka bagaimana tentera tersebut melihatku? Demi Tuhan yang telah menciptakanku, hingga hari ini aku tidak tahu bagaimana dia bisa sampai kepadaku. Seluruh peristiwa ini terjadi saat teman-temanku berada dalam penyelaman di laut. Ketika aku bersama para pemuda yang menengokku di dalam kemah, HP-ku berdering. segera HP kuangkat, ternyata ayah yang menelepon. Akupun merasa bingung, karena sesaat sebelumnya aku mendengar suaranya ketika aku di kedalaman dan sekarang dia menelepon?
Aku menjawab….beliau menanyai keadaanku, apakah aku dalam keadaan baik? Beliau mengulang-ulangnya, berkali-kali. Tentu saja aku tidak mengabarkan kepada beliau, supaya tidak cemas. Setelah pembicaraan selesai aku merasa sangat ingin shalat. Maka aku berdiri dan shalat dua rakaat, yang selama hidupku belum pernah aku lakukan. Dua rakaat itu aku habiskan selama dua jam. Dua rakaat yang kulakukan dari hati yang jujur dan banyak menangis di dalamnya.
Aku menunggu kawan-kawanku hingga mereka kembali dari penyelaman. Aku meminta izin pulang terlebih dahulu. Akupun sampai di rumah dan ayahku ada di sana. Pertama kali aku membuka pintu, beliau sudah ada di hadapanku dan berkata: “Kemari, aku merindukanmu!” Akupun mengikutinya, kemudian beliau bersumpah kepadaku dengan nama Allah agar aku mengatakan kepada beliau tentang apa yang telah terjadi padaku di waktu Ashar tadi. Akupun terkejut, bingung, gemetar dan tidak mampu berkata-kata.
Aku merasa beliau sudah tahu. Beliau mengulangi pertanyaannya dua kali. Akhirnya aku menceritakan apa yang terjadi padaku. Kemudian beliau berkata: ”Demi Allah, sesungguhnya aku tadi mendengarmu memanggilku, sementara aku dalam keadaan sujud kedua pada akhir shalat Ashar, seakan-akan engkau berada dalam sebuah musibah. Engkau memanggil-manggilku dengan teriakan yang menyayat-nyayat hatiku. Aku mendengar suaramu dan aku tidak bisa menguasai diriku hingga aku berdo’a untukmu dengan sekeras-kerasnya sementara manusia mendengar do’aku”.
“Tiba-tiba, aku merasa seakan-akan ada seseorang yang menuangkan air dingin di atasku. Setelah shalat, aku segera keluar dari masjid dan menghubungimu. Segala puji bagi Allah, aku merasa tenang bagitu mendengar suaramu. Akan tetapi wahai anakku, engkau cuai terhadap shalat. Engkau menyangka bahwa dunia akan kekal bagimu, dan engkau tidak mengetahui bahawa Tuhanmu berkuasa merubah keadaanmu dalam beberapa detik. Ini adalah sebahagian dari kekuasaan Allah yang Dia perbuat terhadapmu. Akan tetapi Tuhan kita telah menetapkan umur baru bagimu.”
Saat itulah aku tahu bahwa yang menyelamatkan aku dari peristiwa tersebut adalah karena Rahmat Allah Ta’ala kemudian karena do’a ayah untukku. Ini adalah sentuhan lembut dari sentuhan-sentuhan kematian. Allah Ta’ala ingin memperlihatkan kepada kita bahawa betapapun kuat dan perkasanya manusia akan menjadi makhluk yang paling lemah di hadapan keperkasaan dan keagungan Allah Ta’ala.
Maka semenjak hari itu, shalat tidak pernah luput dari fikiranku. Alhamdulillah. Wahai para remaja, wajib atas kalian taat kepada Allah dan berbakti kepada kedua orang tua.
Ya Allah, ampunilah kami dan kedua orang tua kami, terimalah taubat kami dan taubat mereka dan rahmatilah mereka dengan rahmat-Mu.
P/s : Semoga kisah ini dijadikan renungan dan iktibar kepada kita semua.. insyaAllah

Read more...

15 SOAL JAWAB ORANG KAFIR YANG PERSOALKAN KEBENARAN ISLAM!



  • 4
     
    Share
Sewaktu Nabi Muhammad saw wafat, telah sempurna Islam itu. Maka, semua persoalan dan keraguan tentang Islam, pasti akan ada jawapannya. Hanya ilmu di dada sebagai penentu, jawapan apa yang perlu diberi bagi membidas kembali persoalan dan keraguan yang sengaja ditimbulkan oleh orang bukan Islam pada orang Islam. Ada di antara mereka yang bertanya bukan kerana hendak tahu, tapi kerana hendak membuatkan orang Islam yang ilmu hanya ala kadar berasa was-was dengan Islam dan akhirnya orang Islam akan berasa was-was dengan agama yang dianutinya. Nauzubillah.
Soalan-soalan yang dinyatakan di bawah, sebenarnya memang benar-benar pernah ditanya oleh orang bukan Islam secara spontan pada orang Islam. Jadi jawapan yang disampaikan di bawah ini diharap dapat membantu membidas persoalan tersebut.
1) Nama Nabi Isa as disebut 25 kali dalam Al-Quran, tetapi berapa kali nama Nabi Muhammad saw disebut dalam Al-Quran?
Nama Nabi Muhammad saw hanya disebut 5 kali sahaja di dalam Al-Quran. Manakala nama Nabi Isa as disebut 25 kali. Mengapa? Kerana Al-Quran diwahyukan pada Nabi Muhammad saw, sebab itu nama Nabi Muhammad saw jarang disebut. Al-Quran diturunkan bukan semata-mata untuk memaparkan kisah Nabi Muhammad saw tapi adalah sebagai panduan perjalanan hidup umat Islam.
2) Nama Nabi Isa lebih banyak disebut daripada nama Nabi Muhammad saw dalam Al-Quran. Tentu sahaja Nabi Isa lebih hebatkan?
Dalam Bible, nama syaitan lebih banyak daripada nama Nabi Isa. Jadi, adakah syaitan lebih hebat daripada Nabi Isa? Sebenarnya Allah tidak bezakan tentang kehebatan Nabi dan RasulNya. Walaubagaimanapun, Allah lebih Maha Mengetahui.
3) Dalam Islam percaya yang Nabi Isa as diangkat ke langit, sedangkan Nabi Muhammad saw wafat. Jadi, bila Nabi Isa as dibawa ke langit, tentu sahaja Nabi Isa itu Tuhan kan?
Dalam banyak-banyak kaum, hanya kaum Nasrani sahaja yang telah salah anggap tentang nabi yang diutuskan kepadanya sebagai Tuhan (Nabi Isa). Sedangkan, dalam Bible juga ada menyatakan bahawa Jesus (Nabi Isa) berkata “Siapa yang taat pada Allah akan masuk Syurga, siapa yang menganggap Jesus sebagai tuhan akan masuk neraka”. (Kitab Injil yang menjadi rujukan pengganut Kristian sekarang ini sebenarnya telah dimanipulasi isi kandungannya)
4) Dalam Islam, Nabi Muhammad saw adalah Nabi terakhir. Tapi, di akhir zaman nanti Nabi Isa as akan turun. Kenapa tidak dikatakan Nabi Isa as yang terakhir?
Nabi Muhammad saw adalah nabi terakhir berdasarkan tahun kelahirannya. Contohnya, jika anak bongsu meninggal dunia, sedangkan anak sulung masih hidup, anak sulung tetap kekal pangkatnya sebagai yang sulung.
5) Nabi Isa as disembah sebagai anak Tuhan kerana dianggap mulia sebab lahir tanpa bapa.
Antara ibu dan anak, mana yang lagi mulia? Tentu ibu kan? Jadi, kenapa orang Kristian tidak menyembah Mariam saja? Bukankah Mariam itu ibu, tentu lagi mulia. Nabi Adam merupakan manusia pertama juga lahir tanpa bapa, malah tanpa ibu juga. Jadi, kenapa tidak disembah Adam saja?
Firman Allah swt : “Sesungguhnya perbandingan (kejadian) Nabi Isa di sisi Allah adalah sama seperti (kejadian) Nabi Adam. Allah telah menciptakan Adam dari tanah lalu berfirman kepadanya: “Jadilah engkau!” maka menjadilah ia. -Surah Al-Imran, ayat-59.
6) Jika membaca tafsir, Allah berfirman sekejap guna ‘Aku’, sekejap guna ‘Kami’. Kenapa? Bukankah maksud ‘Kami’ itu mewakili ‘Tuhan + Mariam + Anak Tuhan (Isa)’?
Al-Quran diturunkan dalam bahasa Arab. ‘Aku’ kata jamaknya ‘Kami’ yang menggambarkan tentang ‘Allah dan keagunganNya’ . Bukankah Queen Elizebeth ketika bertitah, beliau guna ‘We’ bukan ‘I’?
7) Orang Sikh Punjabi bertanya, kenapa Islam perlu potong rambut? Bukankah rambut itu anugerah tuhan yang perlu disimpan?
Kita jawab dengan soalan ini, kuku juga anugerah tuhan, kenapa orang Sikh Punjabi potong kuku?
8) Sami Buddha vegetarian bertanya, kenapa Islam disuruh membunuh binatang untuk dimakan? Bukankah itu zalim kerana membunuh hidupan bernyawa?
Sains telah membuktikan bahawa sayur dan pokok turut mempunyai nyawa. Malah, apabila kita basuh tangan pun, ada banyak nyawa kuman yang kita bunuh. Itu tidak kejam? Apabila kita membunuh (sembelih) seekor lembu, sebenarnya kita telah menyelamatkan banyak nyawa manusia daripada mati kelaparan.
9) Sami Buddha menjawab “Bunuh sayur dosa kecil sebab sayur kurang deria. Bunuh binatang dosa besar”
Habis tu, adakah kita cuma berdosa kecil jika membunuh orang yang pekak, buta, dan bisu hanya kerana dia tidak ada deria?
10) Sami Buddha menjawab lagi “Jika kita bunuh sayur, sayur akan tumbuh balik”
Jadi, makanlah ekor cicak kerana ekor cicak akan tumbuh semula selepas putus.
11) Sami Buddha berkata lagi, “Makan binatang akan dapat banyak penyakit”
Sebenarnya, penyakit datang kerana kita banyak makan. Bukan kerana makan binatang. Allah suruh makan secara sederhana. Nabi juga suruh berhenti makan sebelum kenyang. Lagipun, Allah dah beri gigi taring dan gigi kacip untuk manusia makan binatang dan sayuran. Bukankah tembakau dan ganja itu juga berasal dari tumbuhan? Lagi besar penyakitnya. Lembu yang ragut rumput hari-hari pun boleh jadi lembu gila. Sebenarnya, tak kesah pun kalau kita tak nak makan daging, tapi jangan lah cakap haram apa yang telah Allah halalkan.
12) Kan babi itu ciptaan Allah, kenapa Islam tak makan babi?
Sebab bukan semua ciptaan Allah adalah untuk dimakan. Jika begitu, batu dan kayu juga ciptaan Allah. Manusia juga ciptaan Allah. Nak jadi kanibal?
13) Islam cakap Hindu sembah berhala tetapi Islam hari-hari sembah Kaabah.
Islam bukan sembah Kaabah. Tapi Kaabah itu adalah Kiblat untuk satukan umat. Dalam Islam dah sebut, siapa sembah Kaabah akan masuk neraka kerana Islam sembah Allah, kaabah cuma kiblat. Ada bezanya. Bukti, orang yg sembah berhala tidak akan pijak berhala, tapi orang Islam pijak Kaabah untuk melaungkan azan. Orang Hindu tak akan pijak gambar berhala tapi orang Islam hari-hari pijak gambar Kaabah di sejadah. Jika ada sepanduk gambar Kaabah direntangkan di KLCC sekalipun, orang Islam tetap solat menghadap Kaabah di Mekah kerana itu kiblat kita untuk sembah Allah. Bukan sembah Kaabah!
14) Kenapa perlu ikut Nabi Muhammad saw? Nabi dan Rasul sebelum baginda itu sesatkah?
Nabi sebelum Nabi Muhammad saw diutus untuk kaum dan zaman tertentu sahaja. Sedangkan Nabi Muhammad saw diutus untuk semua kaum dan sepanjang zaman.
15) Apa bukti Allah wujud? Mana Allah? Tak nampak pun.
(Tampar beliau!) Kemudian cakap, sakit itu wujud dan boleh dirasa, tapi adakah kita nampak sakit itu? Begitu juga dengan kewujudan Allah. Allah itu wujud dan kita boleh rasa nikmat pemberian-Nya, tapi kita tak boleh nampak Allah.

p/s : Sebaik-baiknya, jika anda tidak yakin untuk menjawab soalan-soalan seperti di atas bersendirian, eloklah bawa orang itu berjumpa dengan orang yang lebih alim dalam hal agama untuk menyelesaikannya. Ini hanyalah sebagai perkongsian dan rujukan.

Read more...

AIR KENCING PUNCA SIKSA KUBUR!



  • 11
     
    Share

KENCING BERDIRI PENYEBAB SIKSA KUBUR |  AIR KENCING PENYEBAB SIKSA KUBUR.
Bacalah Sejenak Artikel Ini, kerana artikel ini adalah sebuah nasihat untuk kita semua.
Wahai Saudaraku Se-Iman Dan Se-Islam..
Hati-hatilah dalam membuang air kecil, kerana banyak orang tersiksa di dalam kubur akibat air kencing tersebut.
Rasulullah saw menasihati kita.
Bersabda rasulullah saw : ”Hati-Hatilah dalam membuang air kecil (air seni) kerana banyak orang tersiksa di dalam kubur kerana tidak berhati-hati dalam membuangnya”.
Untuk itu berhati-hatilah dalam membuang air kecil. Saya temukan banyak sekali dalam kalangan lelaki yang membuang air kecil dengan cara berdiri.
Saya sendiri pernah melihat teman saya yang membuang air kecil dengan cara berdiri, kerana ada saat itu saya tidak sengaja melihatnya. Setelah ia selesai dengannya,
Lalu saya bertanya kepadanya :
”Wahai temanku, janganlah engkau kencing dengan cara berdiri kerana banyak orang tersiksa dalam kubur gara-gara tidak berhati-hati dalam membuang air kecil, dan allah swt melaknat orang yang kencing dengan cara berdiri, Kencinglah dengan cara mencangkung agar air seni itu tidak melimpah ke mana-mana.
Iya menjawab :
hai temanku, kencing dengan cara mencangkung itu bagi perempuan, nanti aku jadi perempuan lagi…
Inilah jawaban temanku itu.
Astaghfirullah, ­Sesungguhnya jika ia tahu akan siksa kubur itu, nescaya iya tidak akan kencing dengan cara berdiri. Kencing dengan cara berdiri akan membuat air kencing itu memancut dan mencurah ke mana-mana.
Air seni yang terkena pakaian maka akan menjadi najis baginya. Dan jika iya melaksanakan solat, pastilah solatnya takkan diterima allah swt.
”Allah swt tidak akan menerima shalat seseorang, kecuali dalam keadaan bersih” (Hadist Riwayat at-Thabrani dan Al-Hakim).
Oleh sebab itu janganlah biasakan kencing dengan cara berdiri. Kencing dengan cara berdiri adalah perbuatan orang nasrani. Janganlah engkau mencontohi gaya hidup mereka. Kerana gaya hidup mereka semuanya tidak ada yang berpahala, bahkan mendapat dosa.
Oleh sebab itu kita dilarang kencing dengan cara berdiri. Ingatlah bahwa kebersihan itu sebagian dari iman. Sebuah pesan (Nasihat) untuk terkasih. Dari kekasih untuk yang terkasih. Perkataan baik itu datangnya hanya dari allah, dan perkataan yang buruk itu datangnya dari diri saya sendiri dan kekurangan saya dalam menuntut ilmu agamanya Allah swt..
Subhanallah Wabihamdih Subhanakallah humma Wabihamdika Asyhadualla Ilaa Hailla Anta Wa’astaghfiruka ­ Wa’atubu ilaik
JIKA BERMANFAAT, SILA SEBARKAN WALAUPUN SATU AYAT!
Sabda Rasulullah SAW ;
“Siapa yang menyampaikan satu ilmu dan orang membaca mengamalkannya maka dia akan beroleh pahala walaupun sudah tiada.”(HR. Muslim)


Read more...

KISAH MENARIK IBU BAPA PEMUDA SEPASANG KHINZIR!



  • 3
     
    Share
KISAH PEMUDA BERIBU BAPAKAN BABI | Nabi Musa adalah satu-satunya Nabi yang boleh bercakap terus dengan Allah S.W.T Setiap kali dia hendak bermunajat, Nabi Musa akan naik ke Bukit Tursina.
Di atas bukit itulah dia akan bercakap dengan Allah.Nabi Musa sering bertanya dan Allah akan menjawab pada waktu itu juga. Inilah kelebihannya yang tidak ada pada nabi-nabi lain.
Suatu hari Nabi Musa telah bertanya kepada Allah. “Ya Allah, siapakah orang di syurga nanti yang akan berjiran dengan aku?”. Allah pun menjawab dengan mengatakan nama orang itu, kampung serta tempat tinggalnya.

Gambar hiasan

Setelah mendapat jawapan, Nabi Musa turun dari Bukit Tursina dan terus berjalan mengikut tempat yang diberitahu. Setelah beberapa hari di dalam perjalanan akhirnya sampai juga Nabi Musa ke tempat berkenaan. Dengan pertolongan beberapa orang penduduk di situ, beliau berjaya bertemu dengan orang tersebut. Setelah memberi salam beliau dipersilakan masuk dan duduk di ruang tamu.
Tuan rumah itu tidak melayan Nabi Musa. Dia masuk ke dalam bilik dan melakukan sesuatu di dalam. Sebentar kemudian dia keluar sambil membawa seekor babi betina yang besar. Babi itu didukungnya dengan cermat.
Nabi Musa terkejut melihatnya. “Apa hal ini?, kata Nabi Musa berbisik dalam hatinya penuh kehairanan. Babi itu dibersihkan dan dimandikan dengan baik. Setelah itu babi itu dilap sampai kering serta dipeluk cium kemudian dihantar semula ke dalam bilik.
Tidak lama kemudian dia keluar sekali lagi dengan membawa pula seekor babi jantan yang lebih besar. Babi itu juga dimandikan dan dibersihkan. Kemudian dilap hingga kering dan dipeluk serta cium dengan penuh kasih sayang. Babi itu kemudiannya dihantar semula ke bilik.
Selesai kerjanya barulah dia melayan Nabi Musa. “Wahai saudara! Apa agama kamu?”. “Aku agama Tauhid”, jawab pemuda itu . “Habis, mengapa kamu membela babi? Kita tidak boleh berbuat begitu.” Kata Nabi Musa. “Wahai tuan hamba”, kata pemuda itu. “Sebenarnya kedua babi itu adalah ibubapa kandungku. Oleh kerana mereka telah melakukan dosa yang besar, Allah telah menukarkan rupa mereka menjadi babi yang hodoh rupanya.
Soal dosa mereka dengan Allah itu soal lain. Itu urusannya dengan Allah. Aku sebagai anaknya tetap melaksanakan kewajipanku sebagai anak. Hari-hari aku berbakti kepada kedua ibubapaku sepertimana yang tuan hamba lihat tadi. Walaupun rupa mereka sudah menjadi babi, aku tetap melaksanakan tugasku.”, sambungnya. “Setiap hari aku berdoa kepada Allah agar mereka diampunkan.
Aku bermohon supaya Allah menukarkan wajah mereka menjadi manusia yang sebenar, tetapi Allah masih belum memakbulkan lagi.”, tambah pemuda itu lagi. Maka ketika itu juga Allah menurunkan wahyu kepada Nabi Musa a.s. ‘Wahai Musa, inilah orang yang akan berjiran dengan kamu di Syurga nanti, hasil baktinya yang sangat tinggi kepada kedua ibubapanya.
Ibubapanya yang sudah buruk dengan rupa babi pun dia berbakti juga. Oleh itu Kami naikkan maqamnya sebagai anak soleh disisi Kami.” Allah juga berfirman lagi yang bermaksud : “Oleh kerana dia telah berada di maqam anak yang soleh disisi Kami, maka Kami angkat doanya.
Tempat kedua ibubapanya yang Kami sediakan di dalam neraka telah Kami pindahkan ke dalam syurga.” Itulah berkat anak yang soleh. Doa anak yang soleh dapat menebus dosa ibubapa yang akan masuk ke dalam neraka pindah ke syurga. Ini juga hendaklah dengan syarat dia berbakti kepada ibubapanya. Walaupun hingga ke peringkat rupa ayah dan ibunya seperti babi. Mudah-mudahan ibubapa kita mendapat tempat yang baik di akhirat kelak.
Walau bagaimana buruk sekali pun perangai kedua ibubapa kita itu bukan urusan kita, urusan kita ialah menjaga mereka dengan penuh kasih sayang sebagaimana mereka menjaga kita sewaktu kecil hingga dewasa.
Walau banyak mana sekali pun dosa yang mereka lakukan, itu juga bukan urusan kita, urusan kita ialah meminta ampun kepada Allah S.W.T supaya kedua ibubapa kita diampuni Allah S.W.T. Doa anak yang soleh akan membantu kedua ibubapanya mendapat tempat yang baik di akhirat, inilah yang dinanti-nantikan oleh para ibubapa di alam kubur.
Erti sayang seorang anak kepada ibu dan bapanya bukan melalui hantaran wang ringgit, tetapi sayang seorang anak pada kedua ibubapanya ialah dengan doanya supaya kedua ibubapanya mendapat tempat yang terbaik di sisi Allah.

Read more...

Kebaikan Menjilat Jari Selepas Selesai Makan!



  • 0
     
    Share
Sudah menjadi amalan untuk setiap bagi kita menggunakan tangan sebagai anggota utama untuk menyuap makanan ketika menjamah setiap jenis makanan.
Malah, sudah selari dengan pandangan dan pemahaman budaya bagi setiap masyarakat di Malaysia, golongan Melayu lebih cenderung menggunakan tangan untuk makan berbanding menggunakan sudu dan garfu.
Namun, pasti antara kita sebenarnya tidak mengetahui tentang kelebihan dan kebaikan yang sebenar menggunakan jari ketika makan.
Di dalam agama Islam, Allah S.W.T telah memilih Rasulullah S.A.W untuk dijadikan model dan peranan kepada seluruh umatnya bagi mengikut segala amalan dan kebaikan yang dibawa oleh Rasul terakhir itu.
Antara perbuatan Rasulullah S.A.W yang menjadi sunah dan perlu diikuti tentang aspek etika diet dan tatacara pemakanan sihat Rasulullah ialah makan menggunakan jari dan menjilat jari setelah selesai makan.
Rasulullah s.a.w. bersabda, “Apabila seseorang dari kalian makan, maka jilatlah jari-jarinya kerana dia tidak tahu di bahagian jari manakah keberkatan itu berada.” – Shahih Muslim; 2035.
Daripada Kaab bin Malik Radiallahhuanhu berkata, “Aku telah melihat Rasullullah S.A.W sedang makan dengan tiga jari, maka apabila selesai, Rasullullah menjilat jarinya.”
Mengikut sunah Rasulullah, baginda sering makan menggunakan tiga jari dan pasti akan menjilat jarinya selepas selesai menjamah makanan kerana pada hakikatnya, setiap jari itu mengandungi enzim dan asid yang membantu menghadam makanan.
Malah, kenyataan itu juga turut diperakui oleh pengkaji saintifik yang mengesahkan jari-jari kita mempunyai asid dan enzim juga sejenis cecair yang memudahkan proses pembuangan dan dapat menyembuhkan penyakit sembelit.
Amalan itu sudah lama diamalkan oleh Rasulullah dan masih lagi digalakkan kepada umatnya walaupun sudah hampir lebih dari 1,400 tahun amalan sunat itu dipraktikkan dalam kehidupan seharian kita meskipun ramai di antara kita memandang enteng perkara seperti ini.
Asid dan bahan kimia yang terdapat di jari kita sememangnya mempunyai fungsinya sendiri. Sebagai contoh, ibu bapa kita tidak menggalakkan kita mengambil makanan dengan menggunakan tangan atau jari.Sebaliknya, kita harus menggunakan sudu kerana makanan akan cepat basi akibat tindak balas asid dan enzim di jari kita.
Begitu jugalah proses pencernaan akan berlaku dalam perut kita sekiranya kita mengamalkan sunah yang diamalkan oleh Rasulullah S.A.W.
Islam itu adalah agama yang terlalu mudah untuk diamalkan oleh umatnya dan setiap perkara yang dibawa dan diajar oleh Rasulullah S.A.W itu mempunyai maksud dan manfaat yang tersirat yang terkadang itu tidak terjangkau oleh pemikiran manusia lain.
Marilah kita sama-sama amalkan didikan dan sunah terbaik ini sebagai cara hidup yang terbaik dalam tingkah laku seharian baik di dalam perilaku kita atau pun hal berkaitan dengan pemakanan.

Read more...

Puasa Tetapi Tinggalkan Kewajipan Solat!

Ibadah jadi adat, ikutan hanya dapat lapar dan dahaga
Amalan puasa orang yang tidak solat, rosak dan tidak diterima Allah kerana ibadah lain hanya akan dilihat Allah selepas ibadah solat. Bagaimanapun, jangan terkejut kerana ramai hari ini yang berpuasa tetapi meninggalkan kewajipan solat.
Pakar motivasi, Halim Din, berkata 80 hingga 85 peratus mereka yang berpuasa tidak menunaikan solat kerana berasakan kewajipan lima kali sehari itu payah untuk dilaksanakan. Sedangkan katanya, nilai ketinggian seorang hamba di sisi Allah dinilai daripada kesempurnaan solat mereka.
Untuk melihat ibadah lain, Allah akan lihat solat dulu. Jika tidak solat, ibadah lain Allah tidak akan lihat. Malangnya, umat hari ini beriya-iya berpuasa, tetapi tidak solat. Mereka hanya dapat lapar dan dahaga saja, katanya pada majlis Ihya Ramadan di surau The New Straits Times Press (NSTP).
Katanya, soalan berkaitan berpuasa, tetapi tidak solat sering ditanyakan selain beberapa perkara yang dilihat sebagai remeh membabitkan ibadah puasa seperti adakah kentut atau mengorek telinga membatalkan puasa.
Orang Islam kian jahil
Beliau berkata, keadaan itu menunjukkan orang Islam kian jahil perihal agama dan puncanya ialah sikap ambil mudah selain malas belajar untuk meningkatkan ilmu pengetahuan yang akan mengeluarkan diri daripada kegelapan.
Halim berkata, sepatutnya sebelum kedatangan Ramadan, umat Islam sudah bersedia menelaah bab puasa termasuk perkara membatalkan puasa dan lebih penting, perkara membatalkan pahala puasa seperti digariskan Al-Ghazali dalam kitab tasaufnya.
Disebabkan malas belajar, nilai ibadah kini dilihat lebih sebagai adat atau amalan ikut-ikutan bukan ibadah sebenarnya yang mempunyai hikmah serta matlamat menunaikannya iaitu mendapatkan keredaan Allah.
Beliau memberi contoh jemaah solat tarawih yang jumlahnya ramai pada 10 malam pertama, tetapi kian berkurangan minggu berikutnya dan keadaan bertambah menyedihkan malam-malam terakhir Ramadan.
Satu minggu pertama masjid meriah dengan jemaah, tetapi masuk minggu kedua, kita jadi hairan ke mana perginya yang ramai itu. Cuba kita renungkan kerana inilah yang dilihat apabila amalan hanya ikut-ikutan.
Lebih menyedihkan ketika akhir Ramadan bunyi mercun dan lagu raya lebih kuat hingga sudah tidak mempedulikan tarawih atau tazkirah. Apabila kita langsung tidak ambil peduli ilmu inilah yang berlaku, katanya.
Ilmu pacu umat ke depan
Beliau berkata, jika umat Islam mempelajari asas difardukan ibadat, mereka akan melakukan ibadat puasa dalam keadaan mengetahui dan tidak kira apa yang datang, ia sedikit pun tidak akan menggugat puasa mereka.
Katanya, ilmu akan memacu umat Islam ke depan dan dalam aspek ibadat mereka boleh melihat peningkatan dari sudut kualiti puasa serta sentiasa berusaha memastikan ibadat itu diterima Allah.
Halim turut berkongsi pengalaman ketika di Pusat Zakat Selangor, berdepan isu bayaran kafarah oleh suami yang bersetubuh dengan isteri pada siang hari Ramadan kerana tidak menyangka masih berlaku perkara seperti itu.
Syor umat timba ilmu agama
Saya ingat sudah tiada kes bersetubuh pada siang Ramadan, tetapi masih berlaku. Jika orang ada ilmu mereka akan faham tetapi disebabkan tidak mempunyai ilmu dan tidak mahu belajar, itu yang hancur, katanya.
Kafarah bagi suami yang bersetubuh dengan isteri pada siang Ramadan ialah memerdekakan hamba, jika tidak mampu puasa dua bulan berturut-turut dan jika tidak mampu, memberi makan kepada 60 orang miskin.
Justeru, beliau menasihatkan umat Islam supaya menggunakan akal, iman dan hati untuk menimba ilmu supaya mereka tahu tujuan amal ibadat yang dilakukan, bukan beramal kerana terikut-ikut atau sekadar meneruskan budaya.

MM : Astaghfirullahalhazim! Semoga kita dijauhkan dari hal sedemikian. Ada banyak lagi hal yang patut dielakkan semasa anda berpuasa. Contohnya, game. Game memang sangat melalaikan. Semoga kita bukan dari golongan yang hanya mendapat penat di bulan ramadhan. Insyaallah!


Read more...

Hukum Gosok Gigi Di Siang Hari Ramadhan!

Soalan:
Assalamu’alaikum.. saya ingin bertanya hukum sebenar menggosok gigi di siang hari Ramadhan. Ada kata makruh, adakah sunat? apakah hukum sebenarnya? Terima kasih kepada Jabatan Mufti Perlis.
Jawapan:

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته
الحمد لله وحده، والصلاة والسلام على من لا نبي بعده، وبعد:
Sememangnya terdapat perbezaan pendapat ulama tentang hukum bersiwak (menggosok gigi) selepas waktu zawal di siang hari puasa. Namun pandangan yang lebih kuat adalah yang mengatakan bersiwak hukumnya Sunat sama ada sebelum mahupun selepas waktu Zawal (selepas tergelincir matahari), di dalam bulan Ramadhan mahupun di luar bulan Ramadhan. Hal ini berdasarkan hadis dari ‘Amir bin Rabi’ah RA yang berkata:
رأيتُ رسولَ الله صلى الله عليه وسلم ما لا أُحْصِي يَتسوَّكُ وهو صائم
Mafhumnya: “Saya melihat Rasulullah SAW dalam kekerapan yang tidak terkira bersiwak sedangkan baginda berpuasa.”  (HR al-Tirmizi, dan dinilai Hasan oleh beliau)
Hadis ini tidak menyatakan sama ada sebelum mahupun selepas waktu Zawal. Sebaliknya pada kebiasaannya bersiwak dilakukan selepas dari waktu zawal. Ini kerana solat pada siang hari kebanyakannya dilakukan selepas waktu zawal, dan baginda menggalakkan bersiwak sebelum dari menunaikan solat.
Para ulama yang beranggapan makruh bersiwak selepas waktu zawal berdalilkan antaranya dengan hadis:
إِذَا صُمْتُمْ فَاسْتَاكُوا أَوَّلَ النَّهَارِ وَلا تَسْتَاكُوا آخِرَهُ
Mafhumnya: “Apabila kamu semua berpuasa, maka bersiwaklah pada awal waktu siang dan jangan bersiwak pada penghujungnya.”
Akan tetapi hadis ini Dhoief (Lemah) seperti yang dihukumkan oleh beberapa ulama hadis antara mereka ialah al-Zahabi di dalam Mizan al-I’tidal dan al-Daraqutni di dalam Sunannya. Oleh yang demikian hadis ini tidak boleh dijadikan hujjah. Selain itu hujah berikutnya yang dijadikan sandaran ialah hadis:
لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ
Mafhumnya: “Benar-benarlah bau mulut orang yang berpuasa itu lebih baik di sisi Allah berbanding bau kasturi.”  (HR al-Bukhari dan Muslim)
Oleh yang demikian sebahagian para ulama berpandangan perbuatan bersiwak akan menghilangkan bau mulut yang terjadi kerana kesan dari ketaatan kepada Allah SWT dengan berpuasa, bau itu pula lebih baik di sisi Allah SWT berbanding bau kasturi.
Namun alasan ini tidak kuat, kerana bau mulut orang yang berpuasa tetap tidak akan hilang kerana bau itu sendiri datang dari perut yang kosong. Maka tujuan bersiwak pada ketika itu bukan menghilangkan bau mulut sebaliknya bertujuan membersihkan gigi. Justeru pandangan yang lebih kuat dalam permasalahan ini pada penilaian kami adalah pandangan ulama yang mengatakan bersiwak pada siang hari Ramadhan hukumnya adalah sunat, sama ada sebelum atau selepas waktu Zawal.
والله أعلم

Read more...