Sunday, July 7, 2013

Kajian Asas, Tafsir dan Khasiat Surah Al-Fatihah.

Kajian Asas, Tafsir dan Khasiat Surah Al-Fatihah.


Tafsir surah al-Fatihah.

1.  Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang(1).
2.  Segala puji(2) bagi Allah, Tuhan semesta alam(3).
3.  Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
4.  Yang menguasai(4) di hari Pembalasan(5).
5.  Hanya Engkaulah yang kami sembah(6), dan Hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan(7).
6.  Tunjukilah(8) kami jalan yang lurus,
7.  (yaitu) jalan orang-orang yang Telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.(9)

(1)  Maksudnya: saya memulai membaca al-Fatihah Ini dengan menyebut nama Allah. setiap pekerjaan yang baik, hendaknya dimulai dengan menyebut asma Allah, seperti makan, minum, menyembelih hewan dan sebagainya. Allah ialah nama zat yang Maha suci, yang berhak disembah dengan sebenar-benarnya, yang tidak membutuhkan makhluk-Nya, tapi makhluk yang membutuhkan-Nya. Ar Rahmaan (Maha Pemurah): salah satu nama Allah yang memberi pengertian bahwa Allah melimpahkan karunia-Nya kepada makhluk-Nya, sedang Ar Rahiim (Maha Penyayang) memberi pengertian bahwa Allah senantiasa bersifat rahmah yang menyebabkan dia selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada makhluk-Nya.
(2)  Alhamdu (segala puji). memuji orang adalah Karena perbuatannya yang baik yang dikerjakannya dengan kemauan sendiri. Maka memuji Allah berrati: menyanjung-Nya Karena perbuatannya yang baik. lain halnya dengan syukur yang berarti: mengakui keutamaan seseorang terhadap nikmat yang diberikannya. kita menghadapkan segala puji bagi Allah ialah Karena Allah sumber dari segala kebaikan yang patut dipuji.
(3)  Rabb (Tuhan) berarti: Tuhan yang ditaati yang Memiliki, mendidik dan Memelihara. Lafal Rabb tidak dapat dipakai selain untuk Tuhan, kecuali kalau ada sambungannya, seperti rabbul bait (tuan rumah). 'Alamiin (semesta alam): semua yang diciptakan Tuhan yang terdiri dari berbagai jenis dan macam, seperti: alam manusia, alam hewan, alam tumbuh-tumbuhan, benda-benda mati dan sebagainya. Allah Pencipta semua alam-alam itu.
(4)  Maalik (yang menguasai) dengan memanjangkan mim,ia berarti: pemilik. dapat pula dibaca dengan Malik (dengan memendekkan mim), artinya: Raja.
(5)  Yaumiddin (hari Pembalasan): hari yang diwaktu itu masing-masing manusia menerima pembalasan amalannya yang baik maupun yang buruk. Yaumiddin disebut juga yaumulqiyaamah, yaumulhisaab, yaumuljazaa' dan sebagainya.
(6)  Na'budu diambil dari kata 'ibaadat: kepatuhan dan ketundukkan yang ditimbulkan oleh perasaan terhadap kebesaran Allah, sebagai Tuhan yang disembah, Karena berkeyakinan bahwa Allah mempunyai kekuasaan yang mutlak terhadapnya.
(7)  Nasta'iin (minta pertolongan), terambil dari kata isti'aanah: mengharapkan bantuan untuk dapat menyelesaikan suatu pekerjaan yang tidak sanggup dikerjakan dengan tenaga sendiri.
(8)  Ihdina (tunjukilah kami), dari kata hidayaat: memberi petunjuk ke suatu jalan yang benar. yang dimaksud dengan ayat Ini bukan sekedar memberi hidayah saja, tetapi juga memberi taufik.
(9)  yang dimaksud dengan mereka yang dimurkai dan mereka yang sesat ialah semua golongan yang menyimpang dari ajaran Islam.


Penurunan surah al-Fatihah.

Surat Al Faatihah (Pembukaan) yang diturunkan di Mekah dan terdiri dari 7 ayat adalah surat yang pertama-tama diturunkan dengan lengkap, diantara surat-surat yang ada dalam Al Quran dan termasuk golongan surat Makkiyyah. Surat ini disebut Al Faatihah (Pembukaan), karena dengan surat inilah dibuka dan dimulainya Al Quran. Dinamakan Ummul Quran (induk Al Quran) atau Ummul Kitaab (induk Al Kitaab) karena dia merupakan induk dari semua isi Al Quran, dan karena itu diwajibkan membacanya pada tiap-tiap sembahyang.
Dinamakan pula As Sab'ul matsaany (tujuh yang berulang-ulang) karena ayatnya tujuh dan dibaca berulang-ulang dalam sembahyang.

Surat ini mengandung beberapa unsur pokok yang mencerminkan seluruh isi Al Quran, yaitu :

1. Keimanan:
Beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa terdapat dalam ayat 2, dimana dinyatakan dengan tegas bahwa segala puji dan ucapan syukur atas suatu nikmat itu bagi Allah, karena Allah adalah Pencipta dan sumber segala nikmat yang terdapat dalam alam ini. Diantara nikmat itu ialah : nikmat menciptakan, nikmat mendidik dan menumbuhkan, sebab kata Rab dalam kalimat Rabbul-'aalamiin tidak hanya berarti Tuhan atau Penguasa, tetapi juga mengandung arti tarbiyah yaitu mendidik dan menumbuhkan. Hal ini menunjukkan bahwa segala nikmat yang dilihat oleh seseorang dalam dirinya sendiri dan dalam segala alam ini bersumber dari Allah, karena Tuhan-lah Yang Maha Berkuasa di alam ini. Pendidikan, penjagaan dan Penumbuahn oleh Allah di alam ini haruslah diperhatikan dan dipikirkan oleh manusia sedalam-dalamnya, sehingga menjadi sumber pelbagai macam ilmu pengetahuan yang dapat menambah keyakinan manusia kepada keagungan dan kemuliaan Allah, serta berguna bagi masyarakat. Oleh karena keimanan (ketauhidan) itu merupakan masalah yang pokok, maka didalam surat Al Faatihah tidak cukup dinyatakan dengan isyarat saja, tetapi ditegaskan dan dilengkapi oleh ayat 5, yaitu : Iyyaaka na'budu wa iyyaka nasta'iin (hanya Engkau-lah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkau-lah kami mohon pertolongan). Janji memberi pahala terhadap perbuatan yang baik dan ancaman terhadap perbuatan yang buruk.

Yang dimaksud dengan Yang Menguasai Hari Pembalasan ialah pada hari itu Allah-lah yang berkuasa, segala sesuatu tunduk kepada kebesaran-Nya sambil mengharap nikmat dan takut kepada siksaan-Nya. Hal ini mengandung arti janji untuk memberi pahala terhadap perbuatan yang baik dan ancaman terhadap perbuatan yang buruk. Ibadat yang terdapat pada ayat 5 semata-mata ditujukan kepada Allah.

2. Hukum-hukum:
Jalan kebahagiaan dan bagaimana seharusnya menempuh jalan itu untuk memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat. Maksud "Hidayah" disini ialah hidayah yang menjadi sebab dapatnya keselamatan, kebahagiaan dunia dan akhirat, baik yang mengenai kepercayaan maupun akhlak, hukum-hukum dan pelajaran.

3. Kisah-kisah:
Kisah para Nabi dan kisah orang-orang dahulu yang menentang Allah. Sebahagian besar dari ayat-ayat Al Quran memuat kisah-kisah para Nabi dan kisah orang-orang dahulu yang menentang. Yang dimaksud dengan orang yang diberi nikmat dalam ayat ini, ialah para Nabi, para shiddieqiin (orang-orang yang sungguh-sungguh beriman), syuhadaa' (orang-orang yang mati syahid), shaalihiin (orang-orang yang saleh). Orang-orang yang dimurkai dan orang-orang yang sesat, ialah golongan yang menyimpang dari ajaran Islam.

Perincian dari yang telah disebutkan diatas terdapat dalam ayat-ayat Al Quran pada surat-surat yang lain.

Surat Al Fatihaah ini melengkapi unsur-unsur pokok syari'at Islam, kemudian dijelaskan perinciannya oleh ayat-ayat Al Quran yang 113 surat berikutnya.

Persesuaian surat ini dengan surat Al Baqarah dan surat-surat sesudahnya ialah surat Al Faatihah merupakan titik-titik pembahasan yang akan diperinci dalam surat Al Baqarah dan surat-surat yang sesudahnya.

Dibahagian akhir surat Al Faatihah disebutkan permohonan hamba supaya diberi petunjuk oleh Tuhan kejalan yang lurus, sedang surat Al Baqarah dimulai dengan penunjukan al Kitaab (Al Quran) yang cukup sempurna sebagai pedoman menuju jalan yang dimaksudkan itu.


Kajian surah Al-Fatihah dari Sudut Huruf Hijaiyyah.

Surah al-Fatihah menggunakan 21 huruf daripada 28 huruf hijaiyyah(huruf-huruf bahasa arab). Ini bermaksud, sebanyak 7 huruf tiada dalam surah al-Fatihah iaitu huruf, Tsa, Jim, Kho, Zai, Syin, Dzo, dan Fa.

Ulama’ membahagikan huruf-huruf hijaiyyah kepada 2 jenis huruf iaitu Huruf Nuraniyyah (gemerlapan/kilauan) dan Huruf Zulmaniyyah (kegelapan/kesuraman).

Huruf Nuraniyyah sebanyak 14 huruf iaitu Sod, Ra’, Alif, Tho’, ‘Ain, Lam, Ya’, Ha’(nipis), Qaf, Nun, Mim, Sin, Kaf dan Ha’(tebal).

Manakala baki 14 huruf lagi merupakan huruf-huruf Zulmaniyyah.Jika diperhatikan secara lebih mendalam:

a)14 huruf Nuraniyyah semuanya terdapat di dalam al-Fatihah

b)7 huruf daripada 14 huruf Zulmaniyyah terdapat dalam al-Fatihah

c)7 huruf Zulmaniyyah lagi tidak terdapat dalam al-Fatihah.

(rujukan dari sebuah artikel akhbar terkemuka Malaysia di internet)

Tafsir dan Khasiat Al-Fatihah menurut Ahlul Khawash.

Ada pun nama surah Al-Fatihah itu ada 20, iaitu:

1)      surah Al-Fatihah
2)      Awal Quran
3)      Ummul Quran
4)      Surah Al-Kunur
5)      Surah Khafiah
6)      Surah Wafiah
7)      Surah Syafiah
8)      Surah Syifa’
9)      Sab’ul Mathsani
10)  Surah Annur
11)  Al-Ruqyah
12)  Surah Alhamdu Washukru.
13)  Surah Addoa
14)  Surah Taallamul Masalah
15)  Surah Munajat
16)  Surah Tafwidz
17)  Fatihatul Quran
18)  Surah Assual
19)  Ummul Kitab
20)  Surah Assolah

Al-Fatihah itu di hantarkan kepada anggota yang tujuh, kerana ayat-ayat al-Fatihah itu ada tujuh.

“Bismillahirrahmaanirrahim” di hantar kan kepada seluruh jasad zahir dan batin.

“Alhamdulillahirabbil‘alamiin” itu dihantarkan kepada kepala dan segala yang ada padanya.

“Arrahmaanirrahiim” dihantarkan kepada hati dan tulang belakang.

“Malikiyaumiddin” dihantarkan kepada dada dan alamul amri.

“iyyakanak’budu wa iyya kanas ta‘in” dihantarkan kepada kedua tangan dan bahu.

“ihdinasirotal mustaqim” dihantarkan kepada pusat dan sulbi.

“sirotalladzi na’an am ta ‘alaihim, ghairil magh’du bi ‘alaihim, waladhoollin” dihantarkan kepada kedua kaki dan seluruhnya.

(Setiap orang yang membaca ayat Al-Quran, akan diisi nur dan segala fadhilatnya duniawi dan ukhrawi, oleh Allah)  

Barangsiapa yang mengamalkan Al-Fatihah sebanyak 21x tiap-tiap malam maka insyaAllah mendapat lah ia beberapa fadhilat seperti:

a)      terpelihara dari sihir
b)      terpelihara dari jin dan syaitan
c)      terpelihara dari penyakit yang ditakuti.
d)      Luas rezeki
e)      Mendapat kewibawaan
f)        Ditakuti seteru
g)      Tidak dapat dizalimi orang
h)      Luas fahamnya
i)        Terpelihara dari azab kubur
j)        Dibangkitkan di padang Mahsyar dalam keadaan bercahaya-cahaya
k)      Diringankan hisab akhirat

Ada pun huruf hijaiyyah yang tiada termasuk dalam Al-Fatihah ada 7 huruf iaitu:

Tsa, jim, kho, zai, syin, dzo, fa.

Mengapakah huruf-huruf ini tiada dalam Al-Fatihah? Ini adalah kerana ketujuh-tujuh huruf ini adalah pangkal nama Neraka yang tujuh iaitu:

Tsa= Tsabur
Jim= Jahannam
Kho= Khowiah
Zai= Zauwiah
Dzo= Dzulmah
Syin= Syakawah
Fa= Fizah/ Firqah.

(rujukan dari buku “Risalah Tarikat Naksyabandiah Jalan Ma’rifat” oleh Haji Yahya Bin Laksamana Al-Khalidi Naksyabandi, Rumbah, Sumatera.)

  
Antara Khasiat Al-Fatihah dari Mengikut Bilangan Bacaan Surah.

a)      Bacaan 1x, istiqomah selepas solat sunat sebelum solat subuh, insyaAllah mendapat kemudahan mengatasi masalah hidup.
b)      Bacaan 7x, insyaAllah mengubati demam, sakit gigi, dan sengatan kala.
c)      Bacaan 7x setiap selepas solat, insyaAllah akan dihilangkan kesusahan dan mendapat kebaikan yang banyak dunia dan akhirat.
d)      Bacaan 10x, insyaAllah merawat rabun mata.
e)      Bacaan 20x/ 21x, setiap selesai solat fardhu, insyaAllah mendapat pelbagai fadhilat yang baik dunia dan akhirat.
f)        Bacaan 40x pada air, insyaAllah mengubati pelbagai penyakit.
g)      Bacaan 41x, secara jihar insyaAllah mengubati pelbagai penyakit.
h)      Bacaan 41x selepas solat subuh, insyaAllah akan dihilangkan kesusahan dan mendapat rezeki yang banyak.
i)        Bacaan 70x pada air lalu diminum, insyaAllah mendapat pelbagai ilmu dan hikmah, serta hati dibersihkan dari fikiran rosak.
j)        Bacaan 70x pada minyak urut, lalu disapu pada orang lumpuh, insyaAllah sembuh.
k)      Bacaan 121x dengan hati yang khusyuk lalu ditiup 10x pada rantai yang mengikat orang, insyaAllah boleh lepas.
l)        Bacaan 125x selepas solat subuh, insyaAllah mudah makbul hajat doa.

(rujukan dari beberapa buku ilmiah berkaitan doa dan rawatan)


Beberapa Hadis Berkaitan surah Al-Fatihah.

1) Sabda Rasulullah, “Membaca pembuka kitab (al-Fatihah) pahalanya seperti membaca sepertiga Al-Quran”.
(rujukan dari buku “Hajat untuk Rawatan, Pelindung dan Doa” karya Ustaz Muhd. Abd. Ghani)

2) Dari Al-Bukhari dari Abdillah Malik bin Omar meriwayatkan, Rasulullah s.a.w. ada bersabda mafhumnya “al-Fatihah adalah ubat bagi segala macam penyakit”.
(rujukan dari buku “187 Doa Rawatan & Harian” karya Ustaz Abdul Nazir dan Ustaz Ramli Hj. Zamri)